Dulu pertama kali bisa main gitar karna lagu Ungu "Sejauh Mungkin". Untuk generasi tahun 90-an sudah tidak asing lagi belajar main gitar menggunakan lagu-lagu Ungu atau lagu Peterpan. Saya sendiri belajar main gitar lebih ke lagu-lagu Ungu karena kebanyakan kunci-kuncinya yang simpel yaitu D B G A (diulang-ulang sampai tamat).
Selain mempermudah saya belajar main gitar. Saya memang sudah ngefans dengan band Ungu ketika lagunya yang hits di MTV berjudul Demi Waktu.
Banyak kenangan menyukai lagu-lagu Ungu ketika masih bocah SD, dimana... waktu itu baru kenal dengan cinta-cintaan alias cinta monyet, lalu mengait-ngaitkan lirik lagunya ke dalam kisah percintaan saya versi bocah yang terkesan tidak sebanding dengan umur jika dibaca kembali isi lirik lagunya.
Semenjak idola dengan band Ungu apalagi vokalisnya Pasha. Saya sampai mengikuti gaya rambutnya dengan gaya mohawk tapi ada buntut di belakangnya dalam video klip lagunya "Bukan Pilihan Hatimu". Selain itu saya juga sempat mengikuti gaya rambutnya yang "gundul semi" karna video klip lagunya "disini untukmu". Ada juga teman saya mengikuti gitarisnya Onci dengan melukai dagunya sehingga kelihatan mirip janggut Onci.
Saking ngefansnya dengan Pasha, sempat terlintas dalam benak "apakah saya bisa bertemu dengan Pasha sang idola?". Padahal saya tau bahwa itu cuman hanya angan-angan Semata.
Ketika mulai beranjak remaja saya pun mulai berpindah pada ketertarikan musik. Dulunya suka genre pop, sekarang berpindah ke genre hip-hop karna pada masa itu saya sedang aktifnya menggeluti dunia beatbox, lalu ikut komunitas beatbox yang memang lingkungannya adalah hip-hop. Oleh karena itu, lama-kelamaan saya menjadi suka musik genre musik hip-hop sampai sekarang dan mulai kurang update lagu-lagu pop apalagi lagu band favorit saya yaitu Ungu pada masa itu.
Kembali ke masa sekarang. Ketika saya dan 2 teman saya mau pulang dari mall. Kami pulang melalui lift lantai 5 menuju ke lantai 1.
Sembari lift menuju ke lantai 1. Lift sempat berhenti di lantai 3, karna ada orang yang mau naik lift juga. Ketika pintu terbuka. Ada 3 orang berpakaian biasa dan 3 orang penjaga security mall. Total 9 orang yang masuk di dalam lift bersama saya dan teman.
Teman saya sempat mengarahkan kamera handphonenya ke saya. Saya bingung, kenapa teman saya ini mengarahkan kameranya ke saya sambil senyum-senyum. Yah... karna saya tergolong orang narsis. Saya mengira dia mau bikin story ig, dengan refleks saya auto bergaya senyum ke arah kameranya lalu melihat ke orang di sebelah kiri saya. Dia tersenyum ke saya, saya juga tersenyum ke dia yang menandakan kami adalah orang ramah. Ketika saya lihat orang di samping saya tadi, saya sempat terdiam dan berfikir (kok kaya kenal ya).
Sampai di lantai 1. Kami bertiga keluar lift, lalu teman saya yang baru saja mengarahkan kamera ke hadapan jidat saya berteriak "aaaaaaaaaaargh..... Aku ketemu Pasha Ungu. Coba liat, tanganku gemetaran".
"laaaah, e e emang tadi Pasha Ungu?" tanya saya
"Iya betul gengs..... Sumpah, coba liat nih rekaman storynya"
"goookkiiiilll.... Jadi orang disamping saya tadi beneran pasha ungu?"
Tidak menyangka. Ternyata barusan tadi saya bertemu dengan Pasha Ungu. Saya merasa keren pada saat itu.
Saya masih ingat sedikit memori tentang gambaran fisik Pasha Ungu ketika menoleh kearahnya waktu di lift. Saya melihat badannya yang agak berisi mulai mengingatkan kembali dengan badannya di video klip - video klip lagunya berbanding terbalik. Di video klip badannya slim dan keren. Berbeda dengan kenyataan saya bertemu. Badannya berisi dan mengenakan pakaian biasa. Ditambah pipinya yang berisi dan dagunya juga sudah mulai 2. Iya, sudah tidak bisa dipungkiri kalo badan berisi. Saya sendiri yang dulunya cungkring, sekarang sudah mulai berisi memiliki dagu 2 alias bermuka gendut.
Semenjak mendapat pengalaman bertemu dengan pasha ungu. Saya kembali terfikir dengan cerita dulu waktu masih bocah SD. Saya masih ingat bahwa saya ingin bertemu dengan sang Idola. Ketika sang idola sudah berganti dengan idola lain. Akhirnya saya dipertemukan dengan idola musik genre pop pertama saya yaitu "Pasha Ungu". Sungguh luarbiasa takdir yang saya jalani membawa saya menuju angan-angan yang tidak pernah terduga bisa menjadi kenyataan.
Apakah keinginan saya waktu itu menjadi salah satu doa saya ketika bocah, ataukah hanya kebetulan? Jika ini doa, tentulah ini adalah bukti di mana kita mulai berdoa pasti akan dikabulkan.
Pengalaman ini adalah salah satu kejadian yang membuat saya yakin bahwa Tuhan mendengarkan keinginan kita. Walaupun tidak semua keinginan dikabulkan. Pasti ada salah satu yang dikabulkan. Pengalaman ini juga mengingatkan saya 2 kutipan ceramah dari youtube "ketika kita berdoa, disitulah akan dimulai start yang apabila kita tidak pernah berhenti berdoa, maka kita akan menuju garis finish yang artinya doa kita pasti dikabulan" dan "di akhirat, ada orang yang bingung mendapat bergunung-gunung pahala yang tidak tau sumber pahalanya, ketika bertanya ke malaikat. Malaikat menyampaikan bahwa ini adalah pahala-pahalamu yang ada di dunia tapi belum sempat dikabulkan". Maka dari itu, orang yang mengetahui dalil ini tidak akan pernah melewatkan doa disetiap waktu yang dimilikinya"
So, Semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca. Walaupun sedikit melenceng, setidaknya artikel memiliki pesan positif yang isinya bukan hanya sekedar curhatan saya hehe...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar