Senin, 30 November 2020

Kepuhunan

 

Kamis, 26 November 2020 adalah hari-hari rutinitas menjalani aktivitas seperti bangun tidur, mandi, sarapan, dan bekerja. Bisa dibilang hari ini saya bekerja dengan enjoy. Daily job desk juga bisa selesai semua. So saya pulang kerja seperti biasa di sore hari dengan perasaan tenang.

Pulang kerja saya berniat mau potong rambut. Karna kebetulan ini rambut sudah kaya Uchiha Roy. Tiap kali sampai di tempat kerja dengan rambut poni kibas, saya sering menyapa rekan-rekan kerja "Selamat Anda Kena Prank", sontak teman-teman semua ngakak.

Seperti biasa, barbershop favorit saya adalah "hijau daun". Karna 2 tahun kebelakang ini saya sudah sering potong rambut di sana, dan  80% hasilnya sering sesuai dengan yang diharapkan. Kebiasaan saya sampai di kursi eksekusi, saya langsung tunjukkin foto hairstail Thor Ragnarok (tapi gak pake less di sampingnya, takutnya langsung kena tegor sama boss). Well... jadi itu adalah mode request default saya ke abang barbershopnya.



Selesai potong rambut, dikeramas, dikasih vitamin rambut. Lalu saya melihat ke cermin dengan seksama. Hmm saya merasa benar-benar sudah mirip dengan Thor, dan saya mulai nanyain ke abangnya "Bang, mana mjolnir saya?". Abangnya menjawab "lah, kan udah dihancurin sama Hella Bang". "oo iya juga ya".

Setelah bayar ke kasir 25 rebu. Saya bersiap-siap tancap gass pulang ke rumah jam 6 kurang 10 menit. Saya perkirakan adzan magrib akan berkumandang ketika saya tiba di dekat komplek rumah.

Sembari menikmati perjalanan di hari yang mulai senja. Nampak awan bewarna orange cantik membias ke mata, ditambah pemandangan sungai di arah jalan pulang. Saya mulai bertafakur "bagaimana nanti garis finish hidup saya? Apakah saya akan berhasil? Entahlah"

Biasanya pulang kerja saya terjebak macet ke arah jalan pulang, karna ramenya orang yang selesai kerja yang berbondong-bondong untuk pulang. AlhamdulillAh ketika pulang agak lebih sore karna potong rambut dulu, jalanan tidak terlalu padat.

Sedikit lagi saya akan tiba di komplek rumah. Nampak dari depan mata ada minimarket, saya ingin mampir sebentar mau beli minum. Karna dari tempat saya kerja sampai ke salon gak sempat minum. 

Saya mulai memelankan kecepatan, nyalakan sign kanan untuk nyebrang. Ketika sudah mulai ada space, mulailah saya nyebrang. Tiba-tiba "duuuuaaaarrrrrrr" bunyi tabrakan keras dari motor saya. Badan saya terhempas ke arah kanan. Saya mulai menjerit "aaarrrrggghhh"

Tangan saya serasa patah, karna gak bisa digerakan, saya coba gerakan, sakitnya luar biasa. Saya terdiam selama 10 detik mencoba mengembalikan kesadaran. Tidak ada orang yang menolong, malahan motor saya aja yang di tolong. Nasib.

Saya masih menjerit kesakitan mau bangkit, ternyata kaki kanan saya juga sakit. Komplit penderitaan saat itu. Selama 10 detik itu saya sempat menghayal ala ala sinetron untuk flashback.

Dalam benak saya terlintas karakter "Kratos God of War 4" yang di mana dia jatuh dan terhempas dengan keras, dia masih kuat dan tetap elegan menahan rasa sakitnya. Lalu saya teringat kalimat bijak dari Kratos ke anaknya Atreus "Sakit bisa kita tunda, tapi senjata yang rusak tidak bisa dibiarkan". Dalam penggalan kalimat ini, saya memetik kalimat "sakit bisa kita tunda". Oleh karena itulah walaupun terhempas jatuh melawan musuh, ataupun jatuh dari ketinggian, dia tetap elegan dan tetap cool. Nanti pas nyampe rumah baru lepaskan sakitnya.



Oke cukup menghayal flashbacknya. Intinya ketika insiden tabrakan alias saya yang kena tabrak ini mencoba tetap cool.

Saya mulai bangkit dengan gaya cool, dan seolah tidak ada sakit apapun di badan saya. Saya langsung cek motor saya. Cek bodi motor, cek rem, dan lain-lain. Lalu saya cari batang hidung yang nabrak saya, nampak muncul bocah yang terliat pincang seperti saya. Lalu saya bertanya ke bocah tersebut "gimana? Aman? Mau lanjutkan urusannya?". Dia cuma diam dengan mimik muka yang terlihat takut. Saya perhatikan bocah ini umuran kelas 3 smp. Nampaknya dia baru pulang main futsal di dekat komplek saya.

Karna saya yakin kalo dituntut juga gak bakalan bisa tanggung jawab. Jadi saya mengalah saja, gajadi melanjutkan urusannya. Lalu saya suruh dia cek motornya apakah ada yang rusak. Tenyata tidak ada. Lalu saya perbolehkan dia lanjutkan perjalananya. Tiba-tiba tangan saya ditarik bocah tersebut, lalu dicium sembari berkata "Makasih Mang" (padahal dalam hati saya mau teriak kesakitan, tangan kanan saya kan cidera anying, dasar bocah gendeng).

Buset kata saya "Mang..." dikira-kiranya saya amang-amang. Gua bercermin kesepion. Eh iya, mirip amang-amang beneran. Lalu spionnya retak.


Gak, ini bukan karna saya bercermin, ini efek tabrakannya. Sattttt

Setelah masalah udah kelar, saya masuk ke minimarket dengan baju basah sehabis terhempas ke aspal yang berair. Jejak kaki saya yang berlumpur juga nampak mengotori minimarket. Bodo amat, yang penting saya mau minum. Saya berjalan sudah mulai tertatih, semakin lama rasa sakitnya mulai menguat, namun saya memainset diri sendiri agar nanti sakitnya dilepaskan di rumah aja.

Selesai dari minimarket saya menuju rumah sekitar 3 menit. Lalu mulailah saya menjerit-jerit kesakitan di rumah. Mau nangis, tapi cowok. Nasib.

Saya coba lepaskan baju, masyAllahu Akbar sakitnya. Butuh waktu setengah cuma untuk melepas baju dan celana. Saya menjerit-jerit kesakitan dan bersusah payah melepasnya hanya untuk ngecek luka dan lebam. Gilaaa kali, Normalnya aja saya biasa lepaskan baju gak nyampe 5 detik.


Nampak seperti luka kecil, tapi luka dalamnya minta ampun

Saya langsung telpon mama untuk minta urut tangan dan kaki yang sakit ini dengan mama (karna kebetulan keluarga saya keturunan tukang urut). 2 kali saya telpon,  mama tidak menjawab telpon. Mampus pr kembali bagi saya untuk memasang baju, ditambah menahan rasa sakit ini pergi ke rumah mama. Tapi apa boleh buat, daripada nanti sakitnya tambah parah. Saya memilih tertatih di jalan agar bisa diurut supaya lekas sembuh.

Sampai di rumah mama, saya langsung bilang "Ma, tadi saya ditabrak sama bocah yang lagi ngebut" lalu saya ceritakan duduk ceritanya. Selesai mama mendengarkan ceritanya, mama mulai menyimpulkan dengan logat ala emak-emak banjar "Nee..... Itu kepuhunan karna mau minum aeerr". Udah gih sini mama urut.

Saya berteriak..... Aaaaaaaaarrrrrrrrgggghhh


Tamat.

Ending yang sayang membagongkan.

Rabu, 11 November 2020

Hidup Realistis

 

Masa remaja umur 20-30 tahun adalah masa-masa aktifnya mencari sesuatu hal baru. 

Sadar tidak sadar pasti banyak sekali rencana, project, angan-angan mau jadi ini dan jadi itu. Sakingnya banyaknya kita tidak tau mulai dari mana. Dan kadang-kadang malah jadi malas melakukan semua rencana itu.

Ternyata semua keinginan itu adalah penyebab kita tidak bisa fokus terhadap suatu. Karna kita tidak bisa konsisten dengan pilihan kita. Belum kalo ada janji project sama teman, kacaulah semua harapan.

Itu yang terjadi dengan saya sekarang. Tahun 2019 kemaren saya punya keinginan bisa ngerapp dan mengeluarkan beberapa single lagu, tapi di satu sisi saya mau jadi youtuber konten beatbox. Belum lagi sekarang mau jadi blogger.

Akhirnya saya tidak jalan-jalan bikin lagu rapp, tidak jalan ngeyoutube dan tidak jalan ngeblog.

Setelah saya berfikir panjang tentang kehidupan saya akhir-akhir ini. Ada satu hal yang membuat saya sadar. Bahwa semua keinginan saya itu adalah karir jangka panjang. Di mana kita harus benar-benar memilih jalan mana yang harus dipilih, jika tidak maka saya tidak akan menjadi master dalam hal itu.

Saya sadar dan mulai berimajinasi, seandainya saya bisa mengkloning diri saya sendiri, maka saya bisa melakukan semua hal yang ingin saya lakukan dalam satu waktu. Tapi... Itu hanya mimpi.

Maka semua hal itu membuat saya menemukan suatu kesimpulan yang teramat penting yaitu 


"Gunakan segala kemampuan, kemungkinan , dan fasilitas yang ada untuk menekuni satu hobi yang benar-benar disukai dan sejalan dengan hati kita"

by Manusia Distrak


Akhirnya sekarang saya memilih untuk ngeyoutube, karna memang sebelum masuk dunia rapp saya ngeyoutube untuk membuat tutorial beatbox. Jadi saya akan mencoba melanjutjan kembali projectnya. Sedangakan ngeblog adalah pelarian atau distraksi saya ketika bosan membuat konsep konten youtube saya.

Begitulah realistik hidup saya yang memungkinkan untuk dilakukan sehingga hobi saya yang sebenarnya bisa berjalan sebagaimana mestinya.


Rabu, 04 November 2020

Ketika Bertemu Idola Part 2

 

Waktu SD Saya punya teman sekelas namanya Zainal Abidin. Dia adalah murid baru  pindahan. Ketika guru meminta dia untuk memperkenalkan dirinya di depan kelas, Zainal mulai menjelaskan tentang profil dirinya.

Satu hal yang menarik ketika dia menyampaikan profilnya. Dia mengklaim dirinya memiliki hobi menyanyi. Hmm... menarik. Apakah dia benar-benar memiliki hobi menyanyi dan memiliki suara yang bagus? Entahlah hanya abang-abang jualan brem yang tau.

Setelah satu minggu mengamati teman saya ini. Kebetulan dia duduk di samping kursi saya. Hal unik yang saya temukan adalah, dia selalu membawa buku di kantong celananya tapi saya tidak tahu apa isi buku itu. Ketika saya sempat membuka bukunya, ternyata dalam bukunya itu berisikan tentang lirik-lirik lagu pop yang sedang hits pada saat itu. Terlihat di halaman tulisan terakhir, banyak lirik-lirik lagu ST12 . 

Bisa saya tebak, mungkin sekarang dia lagi suka-sukanya dengan lagu ST12. Dan benar saja, ketika jam pelajaran kosong, kebetulan dikelas ada sound system dan mikrofon yang sedang nganggur. Zainal dengan beraninya menyalakan sound system itu, lalu membawa mikrofonnya dan menyanyikan lagu ST12 secara akapela yang berjudul "Rasa yang Tertinggal". Ketika saya mendengarkan suaranya pertama kali. Saya langsung mendapati tangan saya merinding karna suaranya yang berat terdengar mirip sekali dengan suara Charlie ST12.

Semenjak mendengar dia menyanyi Acapella di kelas. Pada saat itu saya mulai mengakui kerennya anak ini karna suaranya yang mirip sekali dengan suara Charlie ST12. Waktu itu saya belum terlalu tahu dengan lagu-lagu ST12. Pada saat itu saya mulai mencari tahu lagu-lagu ST12.

Setelah mencari tahu lagu ST12, mendengarkan, dan menghafal semua track-track yang ada di album Jalan Terbaik ST12. Saya juga mulai ngefans sama vokalis ST12 yang memang benar-benar keren dengan suaranya yang khas (vokal yang berat + Cengkok khasnya)

ST12 memperkenalkan saya kepada musik melayu new style. Karna lagu-lagunya menyuguhkan tema melayu dengan kemasan berbeda. Tidak berisikan lagu patah hati melulu. ST12 juga memiliki tema motivasi, cinta, dan religi.

Seperti cerita sebelumnya. Ketika saya mengidolakan seorang artis. Saya akan mencoba mengcosplay beberapa dari style idola tersebut. Entah itu rambut, gerakan khas, atau lainnya.

Teman saya Zainal kebetulan mirip kaya saya juga ternyata (suka mengcosplay artis idola). Ya, seperti yang sudah bisa ditebak. Saya dan Zainal kini memiliki rambut yang sama kaya Charlie (belah tengah). Dasar bocah gendeng.

Sama seperti sebelumnya. Karna sudah ngefans dengan Charlie ST12. Saya memiliki angan-angan bisa bertemu dengan sang idola "Charlie". Tapi, lagi-lagi itu tidak mungkin bagi saya.

Kembali ketika sudah di masa-masa SMA. Masa-masa remaja saya tidak lagi update dengan lagu-lagu pop karena saya lagi bergelut dengan dunia beatbox alias dunia hip-hop.

Waktu itu saya perform bersama tim di komunitas beatbox di acara yang bertempat halaman stadion 17 Mei. kami perform seperti biasanya. Lalu setelah perform kami turun ke belakang panggung dan mulai membaur ke sekitar secara.

Sembari membaur dan menonton penampilan-penampilan lainnya, tba-tiba kerumunan orang pada rame lari menuju ke panggung. Waktu itu MC acara meneriakan bintang tamu acara yaitu Charlie ST12. 

Karna saya tidak update lagi dengan lagu-lagu pop tapi saya masih mengingat bahwa Pasha, Charlie, dan artis band lainnya adalah salah satu idola saya. Ekspresi saya melihat Charlie naik atas panggung agak kaget dan exited.

Tadinya saya mau santai dan tetap cool agar tidak ketahuan sama teman di tim beatbox bahwa saya suka dengan band-band pop. Namun pikiran saya berkata lain, pikiran saya seolah-olah berkata (wooyy lis, itu ada idolamu di sana, ayo buru tonton ke depan, kesempatan emas mewujudkan angan-angan ketemu idola).

Seketika saya langsung berlari ke depan panggung dan mengabaikan teman saya, lalu meneriakkan "Charlie Charlie Charlie dengan suara panik ala-ala cewek nonton konser". 

Akhirnya sekarang saya berada tepat di paling depan panggung dan berada tepat di hadapan Charlie. Jantung saya berdegup kencang menonton idola yang sedang perfom. Keren banget cuuuk.

Teman saya yang melihat saya keasikan nonton Charlie, lalu nepok pundak saya.

"Lis... Ngapain?"

"Anu... Ini cuy Charlie ST12"

"Bego.... Itu cuma cosplay cokk"

"Laaaah... Masa sih?"

"Coba perhatikan lagi"

"Astaga..... Iya cosplay ternyata. Itu mukanya mirip banget dengan Charlie"

Saaaatttttt tertipu saya.

Tiba-tiba hati saya retak dan hancur. Sudah kena prank. Saya di permalukan dengan aib "anak hip-hop, tapi suka band pop"

Bazigur memang itu MC dan Cosplay Charlie nya.


Senin, 02 November 2020

Ketika Bertemu Idola

Dulu pertama kali bisa main gitar karna lagu Ungu "Sejauh Mungkin". Untuk generasi tahun 90-an sudah tidak asing lagi belajar main gitar menggunakan lagu-lagu Ungu atau lagu Peterpan. Saya sendiri belajar main gitar lebih ke lagu-lagu Ungu karena kebanyakan kunci-kuncinya yang simpel yaitu D B G A (diulang-ulang sampai tamat). 

Selain mempermudah saya belajar main gitar. Saya memang sudah ngefans dengan band Ungu ketika lagunya yang hits di MTV berjudul Demi Waktu.

Banyak kenangan menyukai lagu-lagu Ungu ketika masih bocah SD, dimana... waktu itu baru kenal dengan cinta-cintaan alias cinta monyet, lalu mengait-ngaitkan lirik lagunya ke dalam kisah percintaan saya versi bocah yang terkesan tidak sebanding dengan umur jika dibaca kembali isi lirik lagunya.

Semenjak idola dengan band Ungu apalagi vokalisnya Pasha. Saya sampai mengikuti gaya rambutnya dengan gaya mohawk tapi ada buntut di belakangnya dalam video klip lagunya "Bukan Pilihan Hatimu". Selain itu saya juga sempat mengikuti gaya rambutnya yang "gundul semi" karna video klip lagunya "disini untukmu". Ada juga teman saya mengikuti gitarisnya Onci dengan melukai dagunya sehingga kelihatan mirip janggut Onci.

Pasha dengan gaya rambut mohawk plus ada buntut di belakangnya

Pasha dengan gaya rambut gundul semi

Janggut Onci yang menjadi ciri khas, dimana yang idola sama dia akan melukai dagunya sendiri untuk bisa memiliki janggut seperti Onci

Saking ngefansnya dengan Pasha, sempat terlintas dalam benak "apakah saya bisa bertemu dengan Pasha sang idola?". Padahal saya tau bahwa itu cuman hanya angan-angan Semata. 

Ketika mulai beranjak remaja saya pun mulai berpindah pada ketertarikan musik. Dulunya suka genre pop, sekarang berpindah ke genre hip-hop karna pada masa itu saya sedang aktifnya menggeluti dunia beatbox, lalu ikut komunitas beatbox yang memang lingkungannya adalah hip-hop. Oleh karena itu, lama-kelamaan saya menjadi suka musik genre musik hip-hop sampai sekarang dan mulai kurang update lagu-lagu pop apalagi lagu band favorit saya yaitu Ungu pada masa itu.

Kembali ke masa sekarang. Ketika saya dan 2 teman saya mau pulang dari mall. Kami pulang melalui lift lantai 5 menuju ke lantai 1.

Sembari lift menuju ke lantai 1. Lift sempat berhenti di lantai 3, karna ada orang yang mau naik lift juga. Ketika pintu terbuka. Ada 3 orang berpakaian biasa dan 3 orang penjaga security mall. Total 9 orang yang masuk di dalam lift bersama saya dan teman.

Teman saya sempat mengarahkan kamera handphonenya ke saya. Saya bingung, kenapa teman saya ini mengarahkan kameranya ke saya sambil senyum-senyum. Yah... karna saya tergolong orang narsis. Saya mengira dia mau bikin story ig, dengan refleks saya auto bergaya senyum ke arah kameranya lalu melihat ke orang di sebelah kiri saya. Dia tersenyum ke saya, saya juga tersenyum ke dia yang menandakan kami adalah orang ramah. Ketika saya lihat orang di samping saya tadi, saya sempat terdiam dan berfikir (kok kaya kenal ya).

Sampai di lantai 1. Kami bertiga keluar lift, lalu teman saya yang baru saja mengarahkan kamera ke hadapan jidat saya berteriak "aaaaaaaaaaargh..... Aku ketemu Pasha Ungu. Coba liat, tanganku gemetaran".

"laaaah, e e emang tadi Pasha Ungu?" tanya saya

"Iya betul gengs..... Sumpah, coba liat nih rekaman storynya"

"goookkiiiilll.... Jadi orang disamping saya tadi beneran pasha ungu?"

Tidak menyangka. Ternyata barusan tadi saya bertemu dengan Pasha Ungu. Saya merasa keren pada saat itu.

Saya masih ingat sedikit memori tentang gambaran fisik Pasha Ungu ketika menoleh kearahnya waktu di lift. Saya melihat badannya yang agak berisi mulai mengingatkan kembali dengan badannya di video klip - video klip lagunya berbanding terbalik. Di video klip badannya slim dan keren. Berbeda dengan kenyataan saya bertemu. Badannya berisi dan mengenakan pakaian biasa. Ditambah pipinya yang berisi dan dagunya juga sudah mulai 2. Iya, sudah tidak bisa dipungkiri kalo badan berisi. Saya sendiri yang dulunya cungkring, sekarang sudah mulai berisi memiliki dagu 2 alias bermuka gendut.

Semenjak mendapat pengalaman bertemu dengan pasha ungu. Saya kembali terfikir dengan cerita dulu waktu masih bocah SD. Saya masih ingat bahwa saya ingin bertemu dengan sang Idola. Ketika sang idola sudah berganti dengan idola lain. Akhirnya saya dipertemukan dengan idola musik genre pop pertama saya yaitu "Pasha Ungu". Sungguh luarbiasa takdir yang saya jalani membawa saya menuju angan-angan yang tidak pernah terduga bisa menjadi kenyataan.

Apakah keinginan saya waktu itu menjadi salah satu doa saya ketika bocah, ataukah hanya kebetulan? Jika ini doa, tentulah ini adalah bukti di mana kita mulai berdoa pasti akan dikabulkan.

Pengalaman ini adalah salah satu kejadian yang membuat saya yakin bahwa Tuhan mendengarkan keinginan kita. Walaupun tidak semua keinginan dikabulkan. Pasti ada salah satu yang dikabulkan. Pengalaman ini juga mengingatkan saya 2 kutipan ceramah dari youtube "ketika kita berdoa, disitulah akan dimulai start yang apabila kita tidak pernah berhenti berdoa, maka kita akan menuju garis finish yang artinya doa kita pasti dikabulan" dan "di akhirat, ada orang yang bingung mendapat bergunung-gunung pahala yang tidak tau sumber pahalanya, ketika bertanya ke malaikat. Malaikat menyampaikan bahwa ini adalah pahala-pahalamu yang ada di dunia tapi belum sempat dikabulkan". Maka dari itu, orang yang mengetahui dalil ini tidak akan pernah melewatkan doa disetiap waktu yang dimilikinya"

So, Semoga cerita ini bisa bermanfaat bagi teman-teman pembaca. Walaupun sedikit melenceng, setidaknya artikel memiliki pesan positif yang isinya bukan hanya sekedar curhatan saya hehe...

Minggu, 01 November 2020

Gaya Baru Blogging

Semenjak aktif kembali di dunia blog. Sekarang zaman sudah mulai canggih, di mana memposting blog hanya lewat handphone. Dan yang lebih gilanya lagi, sekarang kalo mau posting blog hanya menggunakan suara. Tidak perlu capek-capek lagi untuk mengetik teks yang ada di keyboard handphone.

Bagi saya ini adalah kesempatan untuk para blogger agar bisa aktif kembali di dunia blognya atau untuk pemula-pemula yang ingin memulai blogging.

Tentu masih banyak yang skeptis melakukan cara ini, karna mungkin mereka masih menganggap bahwa mikrofon di handphonenya tidak terlalu peka dengan pengucapan suara, padahal sekarang Google microphone sudah mengalami perkembangan yang sangat canggih dan peka terhadap suara yang kita arahkan ke mikrofon hp.

Salah satu bukti bahwa mikrofon Google itu sudah sangat canggih adalah postingan blog yang kalian baca ini adalah hasil penulisan menggunakan suara saya yang diarahkan ke microphone handphone. Kemungkinan mengalami typo penulisan dalam mendengarkan suara kita itu hanya 10%. Sisanya 90% mikrofon Google atau mikrofon bawaan dari handphone kita sudah sangat peka dengan kemampuan mentransmisikan suara ke dalam penulisan, selain itu kelebihan ekstranya adalah dia bisa menganalisis suara kita dengan benar walaupun suara kita kadang-kadang terselip atau salah pengucapan.

Saya akan bagikan bagaimana cara memposting blog melalui suara. Langkah-langkahnya yaitu:

1. Buka catatan yang ada di handphone kita. Biasanya handphone sekarang sudah ada aplikasi catatan bawaan masing-masing di handphonenya. Kalau tidak punya silakan download saja di playstore.

2. Pada layar keyboard handphone pilih mikrofon, lalu sampaikan perkataan apapun yang ingin kita tulis. Mungkin tulisannya akan bersambung tanpa ada titik dan koma, itu tidak masalah. Terus saja bersuara untuk menyampaikan konsep postingan blog kita. 


Langkah 1

Langkah 2

Langkah 3


3. Setelah kita sudah selesai menyampaikan konsep postingan yang ingin kita sampaikan ke dalam catatan. Langkah selanjutnya adalah mengedit tulisan dari mikrofon handphone secara manual.

4. Seperti biasa, tambahkan gambar untuk membuat postingan lebih menarik. Namun ini hanya opsi saja. Boleh dilakukan, boleh tidak.

5. Langkah terakhir adalah mem"paste" catatan kita ke dalam postingan blog. Akhirnya, postingan blog hasil males mengetik panjang-panjang sudah siap untuk dipublikasikan.


Demikian informasi ini. Semoga bermanfaat bagi teman-teman pembaca.